pemenang kontes 7 keajaiban alam dunia 2011
pengumuman pemenang atau finalis tujuh keajaiban dunia baru yang diprakarsai oleh yayasan new seven wonders telah dilakukan tanggal 11 november 2011 yang lalu. berikut ini adalah daftarnya berdasarkan abjad
AMAZON
HALONG BAY
IGUAZU FALLS
JEJU ISLAND
KOMODO
PUERTO PRINCESSA UNDERGROUND RIVER
TABLE MOUNTAIN
menurut pemrakarsanya, akan diadakan verifikasi atas keabsahan hasil pemilihan kemudian hasilnya akan diumumkan dan ditetapkan dalam upacara resmi awal tahun 2012.
Filed under sambil nguping | Comment (1)kandungan turun : penyebab dan pencegahannya
Kandungan Turun Kandungan turun (prolaps genitalia) ialah turunnya kandungan dari posisi normal. Gangguan ini bisa diderita oleh semua wanita. Namun umumnya menyerang wanita yang pernah melahirkan. pada kondisi ringan, dapat diperbaiki dengan urut untuk mengembalikan ke posisi semula. Bila tidak bisa diatasi dengan urut, terpaksa harus operasi.
Penyebab Kandungan Turun
1. Dasar panggul yang lemah akibat sering melahirkan atau usia lanjut.
2. tarikan pada janin dengan pembukaan yang belum lengkap.
3. Mengejan yang berlebihan saat
melahirkan.
4. Tumor di daerah panggul.
5. batuk yang kronis.
6. kelainan kelemahan jaringan penyokong kandungan.
Menghindari Kandungan Turun Jangan memaksa mengejan saat BAB Jika menderita batuk dan semakin parah sebaiknya konsultasikan dengan dokter karena terlalu banyak batuk bisa membuat organ dalam tubuh tertekan ke bawah. Hindari mengangkat barang yang terlalu berat. Rutin olahraga agar otot panggul kuat. hindari berdiri terlalu lama.
copasan dari achmadfatimah.blogspot.com
Filed under sambil lalu, sambil nguap, sambil nguping | Comment (0)Berhaji Seperti Rasulullah SAW
Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Ambillah dariku cara pelaksanaan hajimu” (Hadist Riwayat Bukhari & Muslim)
Saya kutip dari Maghfirah Travel, berikut ini adalah tahapan haji seperti yang dilakukan Rasulullah saw.
Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
1. Berihram dari penginapan pada pagi hari lalu berangkat ke Mina,
2. Mabit di Mina sampai subuh
3. Berangkat ke arafah setelah shalat subuh.
Hari Arafah (9 Dzulhijjah Siang):
1. Melakukan wukuf yang dimulai dengan khutbah Arafah setelah masuk waktu shalat Dzuhur.
2. Melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar dijama’ taqdim dan diqashar.
3. Melaksanakan wukuf dengan memperbanyak dzikir dan do’a sampai terbenam matahari.
(9 Dzulhijjah Malam)
1. Melaksanakan shalat Magrib dan Isya dijama’ takhir dan diqashar di Muzdalifah.
2. Mengambil batu kerikil
3. Mabit di Mudzakifah sampai Subuh.
4. Berdo’a di al-Masy ari al Haram
Hari Nahr (10 Dzulhijjah)
1. Melempar Jumrah Aqabah. Menyembelih hewan qurban.
2. Bercukur.
3. Melakukan Thawaf, disertai dengan shalat sunat dua rakaat di maqam Ibrahim.
4. Melakukan Sa’I dari bukit Shafa ke bukit Marwah.
Hari-hari Tasyrik (11, 12, & 13 Dzulhijjah)
1. Melaksanakan Mabit di Mina.
2. Melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah setelah Dzuhur.
Thawaf Wada (Sebelum pulang meninggalkan Makkah)
1. Melaksanakan Thawaf Wada’ saat meninggalkan Makkah sebagai perpisahan dengan Baitullah.
Semangat berhaji. Semoga Mabrur.
Filed under sambil nguap, sambil nguping | Comments (4)Memaafkan dengan Mengelus Dada
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, namun tidak ada manusia (dalam hal berpikir, bersikap, dan bertindak) yang sempurna. Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Bukan namanya manusia jika tidak pernah berbuat salah. Karena manusia adalah makhluk yang senantiasa khilaf, sepatutnyalah kita sebagai manusia meminta maaf, ada tidaknya kesalahan yang (kita rasa pernah) kita perbuat kepada siapapun. Itulah hikmah saling memaafkan dalam setiap momen Idul Fitri., kesalahan yang mungkin tidak kita rasa yang mungkin terasa bagi orang lain akan serta merta kita minta maaf akan hal tersebut.
Namun tentu saja memaafkan itu sangat sulit dari meminta maaf. Ada perasaan ego sebagai manusia yang mempunyai ”harga diri” yang berkecamuk apabila ingin memaafkan seseorang, apalagi jika kesalahan orang tersebut sangat besar. Pikir kita dalam hati, ”enak saja minta maaf, tak pikir apa akibat dari kesalahanmu? Sakit tau!”. Atau yang lebih ekstrim lagi ungkapan ”kalau ada kata maaf, untuk apa ada polisi?”, seakan maaf itu sah jika yang kita maafkan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.
Yang sangat sulit kita maafkan adalah orang yang dengan sengaja dan nyata mendzolimi kita, berbuat jahat kepada kita. Beda halnya dengan kesalahan kecil yang tidak disengaja, tidak diketahui oleh orang yang berbuat salah kepada kita, akan dengan mudah pula kita maafkan. Sekarang, apakah arti maaf yang sebenarnya? Tentu saja yang dengan ikhlas kita memaafkan tanpa mengungkit-ungkit kesalahan si pelaku, tanpa penghukuman.
Masih teringat dan hangat di dunia perpolitikan tanah air, seorang pejabat negara melemparkan wacana memaafkan para koruptor. Dengan serta merta issu ini jadi booming, banyak kemudian kritikan tajam yang terlontar ke sang pejabat. ”Enakmu ngomong, kau memang temannya koruptor!”, hal yang paling keras kritikan yang saya dengar. Hal ini terjadi karena kita tahu dengan nalar kita bahwa para koruptor berbuat dzalim kepada kita dan seluruh rakyat. Dapatkah kita memaafkannya dengan ikhlas, tanpa penghukuman? Memaafkan dengan penuh kesabaran menjurus pasrah? memaafkan dengan mengelus dada? Tidak bisa!
Akhirnya, selamat Idul Fitri 1432 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Kecuali para koruptor.
Filed under sambil ngupil, sambil nguping, sambil nunggu | Comment (0)Batal? Puasanya saya lanjut saja
Alhamdulillah, sejak awal ”belajar” puasa setengah hati hari sampai ”sebesar” ini, saya (sepertinya) belum pernah membatalkan puasa dengan sengaja. Seingat saya, ada dua puasa saya yang batal namun dengan tidak sengaja.
Pertama, umur sekira tujuh tahun, puasa setengah… Jam 11 siang, saya disuruh ibu mengambilkan adik air minum di dapur. Saya memberikan adik namun sebelumnya tanpa sengaja air terminum beberapa teguk. Sambil menolong, minum air. Batal? Puasa saya lanjut saja, tanggung tinggal sejam-an lagi.
Kedua, umur sekira sembilan tahun, puasa penuh… Jam 2 siang. Melamun sambil baring di lantai yang dingin, tiba-tiba melihat seekor semut ”tersesat” di lantai. Rasa iba muncul pada si semut, ide gila muncul dan serta merta ke dapur mengambilkan sesendok gula pada si semut. Tanpa sengaja, tangan yang masih bergula saya jilat dengan maksud membersihkannya. Sambil menjilat, mengisap gula. Batal? Puasa saya lanjut saja, tanggung tinggal empat jam-an lagi.
Itulah dua pengalaman indah saya membatalkan puasa. Namun, itu baru hal yang jelas-jelas membatalkan puasa karena dapat diukur, makan-minum. Bagaimana dengan yang tidak saya sadari membatalkan puasa? Atau bagaimana dengan yang menggugurkan pahala puasa? Entahlah, namun puasanya saya lanjut saja karena tidak makan atau minum.
Saya coba urai satu persatu perilaku saya yang membatalkan puasa selain makan-minum.
Muntah dengan sengaja? Saya pernah muntah tapi tidak sengaja.
Haidh dan nifas? Tidak mungkin, saya lelaki tulen.
Keluar mani dengan sengaja? Pernah keluar tapi tidak sengaja.
Berniat membatalkan puasa? Sepertinya belum pernah, saya orang sabar dan teguh imannya (huwekkk….)
Bersetubuh di siang hari? Malam hari pun belum pernah, saya masih single. Pun kalau niat, mending saya batalkan dengan minum dulu (huhuhuwekkk…)
Sekarang saya urai perilaku saya yang menghapus pahala puasa.
Berbohong. Pernah, sering malah. Bohong pada pacar kalo duitnya dah habis.
Bergosip. Paling doyan, paling asyik ngegosip sambil ngabuburit, bagaikan ngablogburit, waktu tak terasa. Seperti sekarang ini, menggosipi cuci otak Nazaruddin.
Mengadu domba. Sepertinya permainan asyik nih, main game “adu domba” sambil ngabuburit juga, angry lamb (hmmm… salah yah???).
Sumpah palsu. Sambil ngabuburit, kadang saya nulis status palsu saja di FB, biar banyak yang komen. (hhhhhmmm… salah lagi yah??)
Pandangan birahi. Sepertinya yang saya bilang tadi, saya lelaki tulen, normal brur..
Hampir semuanya saya lakukan dengan sangat senang hati. Membatalkan puasa? Tidaklah, ”hanya” menghapus pahala puasa. Kalau begini puasanya saya lanjut saja, karena taraf iman saya masih sekedar menggugurkan kewajiban…
Saya lanjut saja puasanya, semoga ”beruntung” digolongkan Allah SWT sebagai orang yang ”menang”.. (mimpi kaleeee…)
Filed under Sambil mrenung, sambil nguping, sambil nunggu | Comments (3)